UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini

Two women selling vegetables and spices in Jogja market, Indonesia.

Kenaikan harga gas nonsubsidi mulai memberikan dampak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di sektor kuliner. Hal ini disampaikan oleh anggota DPD dari DKI Jakarta, Fahira Idris, yang menilai bahwa lonjakan biaya energi dapat memengaruhi keberlangsungan usaha kecil.

Menurutnya, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah agar tidak mengganggu ketahanan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Ia menekankan pentingnya kebijakan perlindungan yang bersifat adaptif dan berlapis untuk membantu pelaku usaha menghadapi tekanan biaya produksi yang meningkat.

Meski demikian, Fahira mengapresiasi langkah pemerintah yang tetap menjaga harga elpiji subsidi 3 kilogram agar tidak mengalami kenaikan. Selain itu, upaya dari Pertamina dalam memastikan distribusi gas tetap lancar dan merata juga dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga stabilitas pasokan energi.

Ia juga memahami bahwa penyesuaian harga gas nonsubsidi tidak terlepas dari dinamika global, termasuk tekanan geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia. Kondisi tersebut memang menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa di tengah situasi tersebut, negara tetap harus hadir untuk melindungi UMKM. Sektor ini memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, sehingga perlu diberikan perhatian khusus agar tetap mampu bertahan.

Dengan adanya kebijakan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan pelaku UMKM dapat tetap tangguh menghadapi kenaikan biaya produksi. Upaya ini penting agar sektor usaha kecil tetap berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional serta menjaga kesejahteraan masyarakat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *