Harga Plastik Melonjak, UMKM Keripik Tertekan dan Terancam Hentikan Produksi

A busy indoor market scene featuring various goods and shoppers exploring the aisles.

Lonjakan harga kemasan plastik yang mencapai hingga tiga kali lipat mulai memberikan tekanan serius bagi pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Sukabumi. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga bahan baku, sehingga biaya produksi usaha kecil semakin membengkak di tengah daya beli masyarakat yang belum meningkat.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha, salah satunya produsen keripik pisang yang kini menghadapi ancaman berhentinya produksi. Banyak pelaku UMKM memilih menunda produksi dan hanya melayani pesanan dalam jumlah tertentu karena tingginya biaya operasional, termasuk harga plastik dan minyak.

Upaya untuk menyesuaikan kondisi, seperti mengurangi ukuran produk, juga tidak mudah dilakukan karena membutuhkan biaya tambahan, misalnya untuk mencetak ulang kemasan. Hal ini membuat pelaku usaha kesulitan mencari solusi yang efektif agar tetap bertahan.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Koperasi dan UMKM berupaya memberikan pendampingan serta solusi bagi pelaku usaha. Salah satu langkah yang didorong adalah pembelian kemasan secara bersama melalui koperasi agar harga lebih terjangkau.

Selain itu, pemerintah juga menghubungkan pelaku UMKM dengan distributor besar, serta mulai memperkenalkan alternatif kemasan seperti bahan kertas food grade atau biodegradable. Upaya lain yang direncanakan meliputi pemberian subsidi kemasan, penyederhanaan desain kemasan, serta penyampaian aspirasi ke pemerintah pusat guna menjaga stabilitas harga bahan baku.

Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tetap berinovasi di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *