
Aktivitas usaha di Kota Bontang terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang awal tahun 2026. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebanyak 657 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru telah diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) selama periode Januari hingga April 2026.
Dari total izin usaha yang diterbitkan tersebut, hampir seluruhnya didominasi oleh pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan persentase mencapai 99,7 persen. Sementara sisanya berasal dari sektor non-UMK. Tingginya jumlah penerbitan NIB bagi UMKM ini dinilai menjadi tanda meningkatnya semangat masyarakat dalam menjalankan usaha sekaligus menunjukkan semakin mudahnya proses pengurusan legalitas bisnis di daerah tersebut.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspian Nur, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penerbitan NIB bukan hanya sekadar pencapaian administratif, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Kota Bontang.
Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan penyederhanaan birokrasi melalui sistem OSS dan layanan digital agar proses perizinan usaha menjadi lebih cepat, mudah, dan nyaman bagi masyarakat. Upaya tersebut dinilai berhasil mendorong semakin banyak pelaku UMKM untuk mengurus legalitas usaha mereka secara resmi.
Selain dominasi sektor UMKM, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga tercatat mendominasi dengan angka mencapai 99,7 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) hanya sekitar 0,3 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor dalam negeri masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap potensi usaha dan peluang investasi di Kota Bontang.
Berdasarkan klasifikasi tingkat risiko usaha, mayoritas izin usaha yang diterbitkan masuk kategori risiko rendah dengan persentase sebesar 63,2 persen. Kemudian disusul kategori menengah rendah sebesar 20,7 persen, menengah tinggi 12,5 persen, dan risiko tinggi sebesar 3,7 persen. Sistem perizinan berbasis risiko ini dinilai membantu mempercepat proses usaha sekaligus mempermudah pengawasan pemerintah terhadap pelaku bisnis.
Pemerintah Kota Bontang optimistis pertumbuhan usaha akan terus meningkat hingga akhir tahun. Berbagai program dukungan juga tengah disiapkan, mulai dari kemudahan akses permodalan hingga pemberian insentif daerah bagi pelaku usaha.
Dengan pertumbuhan UMKM yang semakin kuat, Kota Bontang kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri besar, tetapi juga mulai berkembang sebagai daerah dengan aktivitas usaha masyarakat yang aktif dan berpotensi menjadi penopang penting bagi perekonomian lokal.
