
Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya aktivitas UMKM melalui platform digital, seiring berjalannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Berdasarkan data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, jumlah transaksi UMKM di platform e-commerce hingga akhir Mei 2026 mencapai 14,7 juta transaksi. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan awal Mei, yang mencatat sekitar 13,2 juta transaksi.
Peningkatan ini mencerminkan mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menunjukkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan kanal digital untuk mengembangkan usaha mereka. Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah transaksi tertinggi, disusul Sumatera Barat dan Aceh.
Pertumbuhan transaksi digital tersebut juga didukung oleh percepatan penyaluran bantuan ekonomi kepada masyarakat terdampak. Hingga akhir Mei, sebagian besar alokasi bantuan stimulan ekonomi di ketiga provinsi telah berhasil disalurkan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa penguatan sektor UMKM menjadi bagian penting dari strategi pemulihan ekonomi jangka panjang yang tertuang dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Pemerintah bahkan menyiapkan program pengembangan usaha mikro dengan nilai mencapai sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun yang ditujukan bagi pelaku usaha yang belum memiliki akses ke layanan perbankan.
Sementara itu, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa proses penanganan bencana kini memasuki tahap pemulihan permanen, dengan fokus tidak hanya pada pembangunan infrastruktur dan hunian, tetapi juga pada pemulihan ekonomi masyarakat.
Intinya, meningkatnya transaksi UMKM di e-commerce menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat terdampak bencana mulai pulih, didukung oleh bantuan pemerintah dan program penguatan UMKM yang berkelanjutan.
