Home / Bisnis / Edukasi / Ekonomi

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:46 WIB

Bukan Sekadar Tren, AI Kini Perluas Akses Ekonomi Digital bagi UMKM dan Penyandang Disabilitas

Kecerdasan buatan (AI) dinilai memiliki potensi signifikan dalam mendorong peningkatan kapasitas UMKM serta kelompok disabilitas secara berkelanjutan, tanpa kendala komunikasi yang berarti.

Pesatnya perkembangan digital menuntut pelaku usaha lokal tidak hanya sekadar hadir di ruang digital, tetapi juga mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi terbaru.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menghadapi percepatan teknologi. Ia menyampaikan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memahami dan menggunakan teknologi secara produktif. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka acara mewakili Wali Kota Pontianak pada Senin (16/2/2026).

Dalam sesi teknis, para peserta diperkenalkan dengan Copilot, asisten cerdas berbasis AI dari Microsoft. Teknologi ini dirancang untuk membantu UMKM menangani pekerjaan administratif, membuat konten pemasaran, serta mempercepat proses pengambilan keputusan bisnis.

READ  Sandiaga: Penjualan UMKM Meningkat Dua Kali Lipat Akibat Fenomena Citayam Fashion Week

Microsoft Elevate Certified Educator, Pratiwi Hamdhana, mengarahkan peserta untuk memandang AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat yang mampu meningkatkan efisiensi operasional usaha kecil.

Mendorong Inklusivitas Ekonomi Digital

Salah satu aspek penting dalam penerapan AI kali ini adalah inklusivitas. Co-Founder Alunjiva Indonesia, Fany Efrita, menyoroti bahwa perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas kerap tertinggal dalam adopsi teknologi canggih.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menempatkan AI sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap ekonomi digital. Peserta dibekali keterampilan praktis agar dapat meningkatkan produktivitas usaha sekaligus mengembangkan kapasitas belajar secara mandiri.

Respons positif juga datang dari kalangan penyandang disabilitas. Figo, peserta dari komunitas Tuli, menyatakan bahwa AI memberikan kesempatan yang lebih setara baginya dalam dunia kerja dan bisnis. Menurutnya, teknologi ini berpotensi besar mendukung pengembangan diri secara berkelanjutan tanpa hambatan komunikasi yang signifikan.

READ  Cara Membangun Brand Identity Bagi Pebisnis

Sinergi Lintas Sektor

Penerapan AI di tingkat daerah tidak dapat berlangsung secara alami tanpa dukungan ekosistem yang kuat. Diskusi tersebut juga menghadirkan perwakilan dari Komisi Informasi Kalimantan Barat dan Dinas Sosial Kota Pontianak. Mereka sepakat bahwa kolaborasi antara perusahaan teknologi global, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil menjadi prasyarat penting.

Kerja sama ini diharapkan dapat memastikan bahwa peralihan menuju ekonomi berbasis AI berjalan secara transparan, inklusif, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan melibatkan lebih dari 200 peserta di Pontianak, Microsoft dan Alunjiva berupaya menjadikan program ini sebagai model percontohan bagi digitalisasi UMKM di berbagai kota lain di Indonesia.

Share :

Baca Juga

Bisnis

Strategi Penting Memulai Sustainable Business

Bisnis

Daftar Online dan Mudah di Mana Saja dan Dapatkan Pinjaman KUR BNI Hingga Rp50 juta, Berikut Informasinya

Bisnis

Tips Sukses Bisnis Kerajinan Keramik

Bisnis

Teten Masduki menganjurkan Pelaku UMKM dan Startup Indonesia Untuk Belajar dari Kesuksesan Korsel

Bisnis

Bea Cukai Tingkatkan Daya Saing UMKM dengan Asistensi Pendampingan Ekspor

Bisnis

Tantangan Berbisnis Dessert

Bisnis

Hal yang Perlu Dihindari Saat Berbisnis Jelang Lebaran

Bisnis

DBI Menawarkan Desain Logo Gratis Untuk UMKM Surabaya, Syaratnya Gampang!