
Sebanyak 55 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bantargebang, Bekasi mengikuti program pelatihan serta pendampingan berbasis digital yang diselenggarakan dalam rangka Program Pengabdian Masyarakat Internasional 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara beberapa institusi pendidikan, yakni Universitas Indonesia, Binus University, UniKL Business School, serta Universiti Sultan Zainal Abidin. Sinergi antara lembaga nasional dan internasional ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan global.
Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh pendanaan hibah melalui program Community Development World Class University (WCU) Skema Inbound yang dikelola oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi Sosial UI. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor UMKM.
Ketua pelaksana kegiatan, Dewi Lusiana, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat “naik kelas” dengan memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pemasaran produk, pembangunan merek (branding), hingga pengelolaan keuangan usaha secara lebih modern dan efisien.
Di sisi lain, pemerintah setempat juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Lurah Ciketing Udik, Usep Sudharma Wijaya, menilai bahwa pelatihan digital sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama agar UMKM dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait transformasi bisnis di era digital. Mereka diperkenalkan pada penggunaan platform e-commerce, sistem pembayaran digital, serta strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Dengan bekal tersebut, diharapkan para pelaku UMKM mampu meningkatkan visibilitas produk sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan.
