Jakarta, 1 Oktober 2026 — DBS Foundation bekerja sama dengan Yayasan Mercy Corps Indonesia untuk meningkatkan kemampuan perempuan yang menjalankan usaha mikro dan kecil. Program ini berfokus pada penguatan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan pemasaran agar para pelaku usaha dapat mengembangkan bisnisnya secara lebih optimal.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation, yang menargetkan sebanyak 40.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di tiga kota, yaitu Semarang, Surabaya, dan Medan, hingga September 2027.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan dan peningkatan inklusi keuangan menjadi salah satu fokus DBS Foundation dalam menciptakan dampak sosial yang dapat bertahan dalam jangka panjang.
Melalui program tersebut, perempuan pelaku UMKM diharapkan semakin mudah memperoleh pengetahuan serta memahami berbagai layanan dan produk keuangan. Pengetahuan tersebut dapat membantu mereka memperkuat kondisi bisnis, mengelola risiko usaha, dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.
Program ini dijalankan melalui pelatihan yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan. Materi yang diberikan mencakup literasi digital, literasi keuangan, pengenalan produk dan layanan keuangan, pengelolaan keuangan usaha, serta strategi pemasaran digital.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2025 hingga Agustus 2026, program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 20.000 perempuan pelaku usaha mikro dan kecil. Sekitar 20% dari peserta merupakan perempuan muda, menunjukkan bahwa program ini juga menjangkau generasi muda yang mulai menjalankan usaha.
SPV Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Nazla Mariza, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk berjalan selama dua tahun. Oleh karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi melalui pelatihan, tetapi juga dilengkapi pendampingan agar peserta dapat langsung menggunakan pengetahuan yang diperoleh dalam menjalankan bisnis sehari-hari.
Menurut Nazla, keberhasilan program nantinya dapat dilihat dari perubahan kondisi usaha para peserta. Salah satu hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kesehatan finansial, sehingga pelaku UMKM mampu mengatur keuangan dengan lebih baik, menjalankan bisnis secara lebih terarah, dan meningkatkan perkembangan usahanya.
Dengan adanya pelatihan sekaligus pendampingan yang berkelanjutan, DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia berupaya membantu perempuan pelaku UMKM agar tidak hanya memahami teknologi dan keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya untuk meningkatkan kinerja bisnis.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan perempuan dalam mengelola usaha sekaligus memperluas akses mereka terhadap layanan keuangan dan peluang pasar. Dengan demikian, UMKM yang dikelola perempuan dapat menjadi lebih tangguh, adaptif terhadap perkembangan digital, dan memiliki peluang pertumbuhan yang lebih besar.
