Mahasiswa FIA UI Ajarkan Pelaku UMKM Bogor Memanfaatkan AI untuk Pemasaran

Bogor, 1 Oktober 2026 — Memiliki produk yang berkualitas belum tentu membuat sebuah usaha langsung dikenal oleh masyarakat. Bagi pelaku UMKM, kemampuan memperkenalkan produk kepada calon konsumen menjadi semakin penting seiring perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dan melakukan pembelian.

Namun, tidak semua pelaku usaha memiliki waktu, kemampuan, maupun sumber daya yang cukup untuk membuat materi promosi secara mandiri. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Mampir, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Pelaku UMKM yang Produktif: Mendorong Keadilan dan Kesejahteraan Hidup Pedagang Lokal Desa Mampir, Bogor, Jawa Barat” tersebut dilaksanakan di Balai Warga RT001/019 dan diikuti sekitar 44 pelaku usaha.

Program ini tidak hanya memberikan penjelasan secara teori. Para peserta juga diarahkan untuk memperoleh pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari, terutama dalam hal pemasaran dan pemanfaatan teknologi.

Salah satu materi yang diberikan adalah mengenai strategi marketing dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu untuk membuat materi promosi. Sebelum masuk ke penggunaan AI untuk membuat konten, peserta terlebih dahulu diajak memahami dasar pemasaran, yaitu mengenali konsumen yang menjadi target usaha.

Muhammad Ramaditya dari Universitas Indonesia memberikan materi mengenai marketing dan strategi bisnis bagi pengusaha pemula. Ia menekankan bahwa pelaku usaha perlu mengetahui siapa calon pelanggan mereka, di mana target konsumen tersebut berada, apa yang mereka butuhkan, serta jenis pesan yang sesuai dengan karakteristik mereka.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai audience-centric, yaitu strategi pemasaran yang menempatkan kebutuhan dan karakteristik konsumen sebagai titik awal dalam menentukan cara memasarkan produk.

Dengan memahami konsumen terlebih dahulu, kegiatan pemasaran tidak hanya sekadar bertujuan menjual produk. Strategi tersebut juga membantu pelaku usaha memastikan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar dapat menjawab kebutuhan calon pelanggan.

Selain memahami target pasar, peserta juga diperkenalkan dengan konsep “experiment, iterate, scale”. Konsep ini mendorong pelaku UMKM untuk mencoba sebuah ide dalam skala sederhana, kemudian melihat respons yang diperoleh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *