
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan bahwa sektor waralaba memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian nasional sekaligus membantu UMKM berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Melalui sistem bisnis yang terstruktur dan mudah dijalankan, waralaba dinilai mampu menciptakan lebih banyak wirausaha baru di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan saat pembukaan Franchise & License Expo Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran. Pemerintah menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan Indonesia dari 3,29% menjadi sekitar 10–12% agar dapat mencapai status negara maju.
Selain cocok untuk generasi muda, model bisnis waralaba juga dinilai relevan bagi ibu rumah tangga maupun masyarakat yang telah memasuki masa pensiun karena menawarkan sistem usaha yang lebih praktis dan terarah.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Levita Ginting Sumpit, menyebut industri waralaba menunjukkan pertumbuhan positif setelah pandemi. Pada tahun 2024, sektor ini berhasil mencatat omzet sebesar Rp143,25 triliun dan menyerap sekitar 98 ribu tenaga kerja.
Meski memiliki peluang besar, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih bisnis waralaba dengan memperhatikan aspek legalitas dan kewajaran usaha. Pelaku usaha juga diminta memastikan memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) agar kegiatan bisnis berjalan aman dan berkelanjutan.
